Senin, Juni 16, 2008

TAK ADA ALASAN UNTUK MENYERAH !

Hamil Tiga Bulan, Ibu Muda Gantung Diri. Dugaan penyebab
kenekadan wanita muda itu karena kesulitan ekonomi yang
membelenggunya. Tak cuma Ni Wayan Diah, begitu namanya, yang
melakukan aksi nekad. Belakangan, makin banyak berita yang
mengabarkan, pria dan wanita dari seluruh golongan usia memilih
untuk mengakhiri hidup karena tak tahan terhadap berbagai tekanan.
Tak hanya di Bali. Di beberapa daerah di Indonesia, masalah ini
merebak. Beberapa siswa SD juga dikabarkan melakukan aksi serupa
karena malu sekolah akibat orangtua tak bisa membayar SPP.

        Hidup pada zaman yang serba mudah dan canggih ternyata
memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Beberapa di antara
kita malah tak sanggup menyelesaikannya dan memilih jalan pintas :
bunuh diri. Hidup seakan tak punya harapan. Dalam dunia yang sama,
sebagian orang sangat mudah menyerah. Sebagian lagi, sebaliknya,
mirip perjuangan Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma saat mengawinkan
medali emas dalam Olimpiade Barcelona; melelahkan namun sampai juga
ke puncak.

        Kehidupan ini ibarat pohon. Makin tinggi, makin kencang
angin meniupnya. Sama halnya persoalan hidup. Berada dalam sekolah
kehidupan, sama halnya ketika kita harus menyelesaikan jenjang
pendidikan satu per satu, mulai TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan
tinggi. Tiap naik kelas atau tingkat, kita wajib menyelesaikan ujian
dengan baik. Nilai standar kelulusan minimal 4 harus berhasil kita
lewati. Jika tidak, kita tak akan pernah naik tingkat. Demikian
halnya hidup.

        Namun, apa yang telah membedakan kita ? Mengapa ada orang
yang mudah menyerah dan sebagian lagi tidak ? Pendidikan kita yang
lebih mementingkan intelligent quotient (IQ) perlahan mulai
tergeser. Sebagian kalangan pendidikan mulai merasakan pentingnya
mengembangkan emotional quotient (EQ) yang sampai sekarang masih
dijadikan tolok ukur kemampuan berempati dengan orang lain.
Pemikiran Daniel Goleman itu pun kini ditambah lagi dengan
pentingnya mempertinggi spiritual quotient (SQ). Namun rupanya, itu
belum cukup. Masih ada yang ketinggalan, Adversity Quotient (AQ).

        Kecerdasan yang dipopulerkan Paul G. Stoltz, Ph.D ini
penting saat hidup serasa tak indah lagi. AQ mengukur kemampuan kita
dalam mengatasi kesulitan. Hidup tentu tak akan pernah lepas dari
masalah dan karena masalah itulah kita menjadi lebih baik dalam
menyikapi hidup. Dalam kesulitan, selalu ada kesempatan, begitu kata
orang. Saat bergelut dengan masalah, sesungguhnya kita sedang
menyempurnakan hidup. Kadang, sesuatu yang tak nyaman dalam
kehidupan ini, sesungguhnya merupakan penyempurnaan sisi spiritual
bagi diri kita. Contohnya, pengalaman Anand Khrisna saat ia sekarat
karena kanker darah.

        Sayang, tak semua orang menyadarinya. Perjuangan Andrie
Wongso, pria yang tak lulus SD namun berhasil dengan pabrik kata-
kata mutiaranya, Harvest, bisa kita jadikan contoh. Ketika bertemu
beberapa waktu silam, ia berkata, "Jika lebih baik itu bisa, baik
saja tak cukup." Ia membuktikannya. Tak ada alasan untuk menyerah.

        Musuh yang paling berbahaya sesungguhnya adalah diri kita
sendiri. Siapa orang pertama yang mengatakan kita tidak pintar ?
Siapa pula yang pertama berkata, kita tak bisa berhasil ? Diri kita
sendiri. Kita bahkan tidak mempercayai diri kita bahwa kecerdasan
yang kita miliki lebih dari apa yang ada sekarang. Kemampuan otak
yang kita gunakan seperti fenomena gunung es. Hanya puncaknya yang
kelihatan. Sesedikit itulah kemampuan yang baru kita manfaatkan.

        Menjadi anak zaman sekarang sebenarnya lebih banyak yang
harus dipelajari. Selain bertumpuknya kurikulum yang harus dikejar,
anak didik sudah selayaknya mendapat pelajaran mengenal hidup sejak
dini. Tekanan atas berbagai persoalan yang mereka rasakan harus bisa
mereka kenali sebagai suatu respons. Mengajarkan kepada mereka dalam
bahasa yang paling sederhana, tentu memberi pengertian agar mereka
tak mudah putus asa.

        Ibarat terhalang tembok tinggi padahal mereka harus berada
di seberangnya, anak-anak harus diajari mencari jalan keluar. Jangan
bertindak bodoh dengan membenturkan diri ke tembok yang keras karena
itu sangat menyakitkan. Ajak mereka berpikir, kita bisa melompati
tembok itu dengan bantuan sebuah tangga. Tak berhasil ? Hmm…pasti
ada seutas tali untuk memanjat. Tak ada juga ? Kita harus yakin, ada
jalan lain untuk memutar; bukannya berkutat di depan tembok yang
keras.

Sumber: Milis Komatsu Group - Indonesia
Posted by at 17:04:44 | Permanent Link | Comments (0) |

Pmeriksaan terhadap para calon penumpang yang membawa komputer di Bandara

Dear all, Hari Kamis tgl 29 Mei 2008 di bandara Soekarno Hatta telah
dilakukan pemeriksaan terhadap para calon penumpang yang membawa komputer.

Kepada mereka yang komputernya terinstallasi software-software tidak
berlisensi, dilakukan sidang di tempat dan dikenakan denda sebesar Rp
9.500.000,- per komputer. Selanjutnya komputer ditahan dan harus ditebus di
polres yang telah ditentukan.

Menurut info yang didapat, pemeriksaan komputer ini telah dilakukan selama
seminggu oleh aparat kepolisian beserta tim HAKI di bandara, cafe-cafe dan
tempat umum lainnya.

Kejadian ini disaksikan langsung oleh pak Rahmat Saptadirdja (Xsis)dan pak
Bima Kurniawan (Anabatic) yang akan melakukan perjalanan melalui bandara
Soekarno Hatta.

Kepada rekan-rekan yang menggunakan komputer notebook, harap berhati-hati
dalam menggunakan komputernya di tempat umum dan segera melegalisir
software-software yang digunakan atau menghapus software yang tidak legal.


Sumber : ia-wutsqo@yahoogroups.com
Posted by at 16:54:48 | Permanent Link | Comments (0) |

10 Tips Menjaga Kesehatan di Kantor

Rutinitas kantor yang padat kadang membuat kita lupa menjaga kesehatan. Mungkin sebagian besar dari kita tak pernah menyadari, betapa tak sehatnya pola hidup kita saat berada di Kantor. Bayangkan saja, delapan jam duduk di kursi di depan komputer, selama lima hari seminggu, tentu ini membawa resiko bagi kesehatan Anda. Akibat duduk berjam-jam ini membuahkan ketegangan mata hingga otot leher kaku, ditambah lemak menumpuk di bagian perut akibat camilan yang ditawarkan teman kerja setiap hari. Nah berikut kami berikan 10 tips untuk menjaga kesehatan selama di tempat kerja.

1. Camilan yang disediakan teman kerja Anda di mejanya dapat menambah ribuan kalori. Jika tak berhati-hati itu akan merusak diet Anda, dan menambah berat badan. Jadi jika tahu temen Anda memiliki permen atau cokelat di mejanya, kelilingilah meja teman Anda ini untuk menjauhkan diri dari godaan, demikian saran dokter gigi di American Dietetic Association. Istirahatlah sejenak, ambil nafas panjang, dan hapus keinginan untuk menyantap makanan manis. Jika Anda lapar, lebih baik bawalah bekal buah-buahan dari rumah.

2. Minum banyak air (10 gelas tiap hari) akan membantu menjaga Anda tetap hidrat. Buat rencana untuk menyukseskan program ini: bawa 1 botol besar air mineral ke kantor, habiskan satu botol hingga saat makan siang, lalu isi lagi dan habiskan hingga pukul 3 sore, dan pada pukul 5 sore habiskan botol ketiga. Atau Anda bisa memasang alaram di komputer untuk mengingatkan saatnya ambil minum. Selain itu, banyak pula makanan yang kaya kandungan air, seperti jeruk, anggur, semangka dan apel. Menyantap makanan ini sambil bekerja, selain membuat Anda sehat juga membantu Anda tetap hidrat.

3. Satu yang paling penting yang dapat Anda lakukan agar tetap sehat dan langsing adalah olahraga. Berjalan kaki saat makan siang adalah gagasan bagus untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini. Pasalnya jalan kaki bukan hanya membakar kalori, tapi bisa meredakan stress dan refreshing.

4. Menyantap makanan siang yang sehat merupakan bagian penting dari diet seimbang. Tapi makan dengan porsi yang masuk akal merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan Anda. Jadi selain menyantap makanan sehat, juga perhatikan porsi makan Anda, jangan sampai makan terlalu banyak dan lalu hanya duduk di kursi sepanjang sore atau jangan pulan makan terlalu sedikit hingga Anda kurang asupan nutrisi.

5. Tension neck syndrome (TNS) atau sakit dibagian leher dapat terjadi saat otot-otot bagain leher dan pundak atas tak tepat, atau salah posisi dalam waktu lama, demikian menurut National Institute of Environmental Health Sciences. Biasanya ini dialami oleh pekerja yang bertugas menerima telepon hampir sepanjang hari atau mengetik selama berjam-jam. Untuk menghindari leher sakit dalam jangka lama, seorang profesor ergonomics - yang mempelajari hubungan manusia dan mesin - di Universitas Cornell, menyarankan bagi pekerja yang bertugas menerima telepon sebaiknya menggunakan speakerphone, penyangga bahu atau menggunakan headset saat menerima telepon.

6. Ketegangan mata merupakan masalah lain yang diakibatkan terlalu lama duduk di depan komputer. Ketegangan mata dapat menyebabkan sakit kepala, susah fokus, dan menambah sensitifitas pada cahaya, demikian menurut ahli dari Universitas California. Jadi sebaiknya jika Anda tak dapat membaca tulisan di layar komputer Anda dari jarak jauh, lebih baik perbesar ukuran hurufnya.

7. Tips yang kerap kali kita dengar adalah melakukan liburan. Memang pada kenyataanya, melakukan liburan sangat berguna untuk meredakan diri dari kesibukan, pun membantu mengisi kembali ‘baterai’ Anda. Liburan juga bermanfaat untuk mengurangi stress dan membuat pikiran Anda berhenti bekerja, khusunya jika Anda memiliki konflik, demikian juga saat Anda memiliki masalah dengan bos, rekan kerja atau proyek yang Anda kerjakan. Stres dapat berimbas pada kesehatan, seperti melemahkan sisitem imun dan meningkatkan resiko sakit. Jadi, mengurangi tingkat stres adalah inti permasalahnnya, dan satu-satunya yang paling manjur untuk maslaah ini adalah liburan, demikian jelas presiden Business Psychology Consulting.

8. Cara lain untuk menjaga kesehatan di tempat kerja adalah menghindari mengulur waktu lebih lama dan menunda pekerjaan. Bisanya orang fokus pada tugas masing-masing dan berusaha menyelesaikan proyek tersebut. Tapi mereka tak menyadari kalau itu mempengaruhi kesehatan, demikian menurut persiden Business Psychology Consulting. Para pekerja keras biasanya baru menyadari saat mengalami stress dalam tingkat tinggi, yang mulai mempengaruhi hubungan serta mood mereka. Stres semacam ini biasanya disebabkan oleh kondisi yang terlalu lelah. Kelelahan dapat juga mempengaruhi sistim imun seseorang, begitu puladapat menyebabkan gangguan tidur atau gangguan konsentrasi.

9. Keyboart, mouse dan telepon yang biasa Anda gunakan bisa jadi sarang ribuan kuman yang menungu untuk membuat Anda sakit. Jadi basmi dengan obat anti kuman. Menurut Science Daily, peneliti di 100th General Meeting of the American Society for Microbiology melaporkan kalau virus dapat bertahan selama berjam-jam hingga berhari-hari di permukaan kasar. Seperti rotavirus (yang menyebabkan diare) biasanya berada di permukaan penerima telepon, yang menularkan penyakit pada orang lewat telepon. National Consumers League menyarankan untuk selalu membersihkan obyek ini dengan pembersih anti kuman atau semprot dengan pembersih yang sudah terbukti mampu membasmi semua jenis kuman.

10. Hal apa yang paling penting untuk Anda lakukan supaya tetap sehat di tempat kerja? Menurut Business Psychology Consulting, langkah paling penting untuk menjaga kesehatan di tempat kerja adalah kesadaran diri. Mengetahui diri Anda sendiri dan batas yang Anda miliki. Tahu kapan saatnya Anda istirahat dan kapan waktunya mengambil libur. Dan jangan lupa berolah raga, yang selama ini terbukti membantu secara fisik dan mental, lakukan saat di kantor dan di rumah.
Ternyata banyak hal yang bisa membuat kita jatuh sakit di tempat kerja, kadang kita jarang memikirkan hal-hal yang paling sederhanapun saat sedang sibuk melakukan pekerjaan. Semoga tips yang kami sampaikan ini bermanfaat, selamat mencoba!


Sumber : ia-wutsqo@yahoogroups.com
Posted by at 16:51:52 | Permanent Link | Comments (0) |