Tuesday, October 21, 2008

Aspartame penyebab wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang dan lupus

Hati-hati dengan produk makanan dan minuman yang mengandung Aspartame karena dapat menyebabkan pengerasan otak atau sumsum tulang belakang dan lupus.

Saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak atau Sumsum Tulang Belakang dan Lupus. Kebanyakan orang tidak mengerti mengapa wabah ini terjadi dan mereka tidak mengetahui mengapa penyakit-penyakit ini begitu merajalela. Saya akan beritahu Anda mengapa kita menghadapi masalah yang serius ini. Saat ini banyak orang menggunakan pemanis buatan.

Mereka melakukan ini karena iklan di televisi yang memberitakan bahwa gula itu tidak baik buat kesehatan mereka. Hal ini memang benar sekali. Gula itu merupakan racun bagi tubuh kita, akan tetapi, apa yang orang-orang gunakan sebagai pengganti gula, lebih mematikan. Apa yang saya maksudkan di sini adalah Aspartame. Ini adalah biang wabah yang disebutkan di atas. Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun, yang diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto. Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai pengganti gula dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan untuk diet, seperti Diet Coke dan Diet Pepsi.

Hal ini juga dapat dijumpai pada produk pemanis buatan seperti Nutra Sweet, Equal, dan Spoonful; dan ini banyak digunakan di produk-produk pengganti gula. Aspartame dipasarkan sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah produk untuk diet. Kenyataannya, ini dapat menyebabkan berat tubuh bertambah karena dapat membuat Anda kecanduan karbohidrat.

Membuat berat tubuh Anda bertambah hanyalah sebuah hal kecil yang dapat dilakukan oleh Aspartame. Aspartame adalah bahan kimia beracun yang dapat merubah kimiawi pada otak dan sungguh mematikan bagi orang yang menderita parkinson.

Bagi penderita diabetes, hati-hatilah bila mengkonsumsi untuk jangka waktu lama atas produk yang mengandung Aspartame ini, karena dapat menyebabkan koma, bahkan meninggal. Bila ada produk yang mengklaim bahwa produk itu bebas gula, Anda Sudah tahu bahwa hal ini mengandung Aspartame. Jangan mengkonsumsi produk tersebut.

Salah satu minuman suplemen yang mengandung ASPARTAME adalah serbuk effervescent EXTRA JOSS! Pada kemasan tertulis: Mengandung Aspartame 0,06% [ADI 40 mg/kg BB].

Berdasarkan hasil survei di salah satu supermarket di Bandung, selain EXTRA JOSS, produk-produk minuman lainnya yang juga mengandung ASPARTAME yaitu M-150, Hemaviton, Neo Hormoviton, Marimas, Hore…, Frutillo, Segar Sari, POP ICE Es Blender, Segar… Dingin, OKKY Jelly Drink, Sari Vit C, Naturade Gold, AQUA Splash of Fruit, FORTY PLUS.

Beritahukan semua orang yang Anda kenal dan sayangi akan bahaya dari produk yang mengandung Aspartame.

Author: Penelitian Badan POM (Pengawasan Obat & Makanan) - JKT
 

Posted by at 06:32:30 | Permalink | Comments (3)

Kesalahan Sepele Jadi Penyebab Utama Data Raib

Jakarta - Sebuah riset keamanan global coba untuk mengidentifikasi
berbagai penyebab hilangnya data perusahaan yang paling sering terjadi di
seluruh dunia. Hasilnya, kesalahan-kesalahan sepele diketahui menjadi
biang keroknya.

Diantaranya, dengan membiarkan laptop/komputer tetap menyala ketika
ditinggalkan, membiarkan orang asing masuk ke lingkungan kerja,
sembarangan menuliskan username dan password PC hingga kehilangan
perangkat penyimpanan portable.

Riset ini dilakukan oleh perusahaan riset pasar yang berbasis di Amerika
Serikat
InsightExpres atas inisiatif Cisco. Metode yang mereka gunakan
adalah survei terhadap 2.000 karyawan dan para professional teknologi
informasi
di 10 negara.

Secara umum, dari riset tersebut terungkap bahwa resiko yang terjadi
akibat tingkah laku karyawan bisa bervariasi, tergantung negara dan
budaya. “Kami melakukan riset ini untuk mendapatkan pengertian akan
tingkah laku, bukan teknologi,” ujar John N. Stewart, Chief Security
Officer Cisco.

Berikut 10 hal penting yang patut dicatat dari riset tersebut seperti
dikutip detikINET dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin
(20/10/2008) :

1. Mengubah pengaturan keamanan di komputer: Satu dari lima karyawan
mengubah pengaturan keamanan di perangkat-perangkat kerja untuk
mengabaikan kebijakan TI supaya mereka bisa mengakses situs yang tidak
diijinkan. Ini paling banyak ditemui di negara berkembang seperti China
dan India. Ketika ditanya alasannya, lebih dari separuh (52 persen)
mengatakan mereka hanya ingin mengakses situs-situs tersebut; ada juga
yang mengatakan, situs yang mereka akses merupakan ‘urusan mereka
sendiri’.

2. Penggunaan aplikasi yang tidak diijinkan: Tujuh dari sepuluh
professional TI mengatakan karyawan mengakses aplikasi dan situs yang
tidak diijinkan seperti jejaring sosial, download musik hingga belanja
online
, yang ujungnya menghasilkan paling tidak separuh insiden hilangnya
data perusahaan. Anggapan ini paling banyak ditemui di negara-negara
seperti Amerika Serikat (74 persen) dan India (79 persen).

3. Akses tidak sah akan jaringan/fasilitas: Satu tahun belakangan ini, dua
dari lima professional TI menghadapi karyawan yang mengakses bagian yang
tidak sah dari jaringan atau fasilitas. Ini paling sering terjadi di
China, dimana hampir dua dari tiga responden menghadapi masalah ini. Dari
mereka yang melaporkan hal ini secara global, dua pertiga menghadapi lebih
dari satu insiden tahun lalu, dan 14 persen mengalami insiden ini tiap
bulannya.

4. Berbagi-pakai informasi rahasia perusahaan: Menandai bahwa rahasia
dagang perusahaan tidak selalu rahasia, satu dari empat karyawan (24
persen) mengakui pernah berbagai informasi rahasia ke non-karyawan,
seperti teman, keluarga, atau bahkan orang asing. Ketika ditanya
alasannya, jawaban-jawaban yang umumnya diberikan adalah, “Saya perlu
mendapatkan ide dari orang lain”, “Saya perlu pelampiasan” , dan “Saya
tidak melihat ada yang salah dengan hal tersebut.”

5. Berbagi-pakai perangkat perusahaan: Menandai bahwa data tidak selalu
berada di tangan yang seharusnya, hampir separuh karyawan yang disurvei
(44 persen) berbagai-pakai perangkat kerja dengan orang lain, seperti
non-karyawan dan dilakukan tanpa pengawasan.

6. Mencampuradukkan perangkat dan komunikasi kerja dan pribadi: Hampir dua
dari tiga karyawan mengakui menggunakan komputer kerja sehari-hari untuk
urusan pribadi. Aktivitas yang dilakukan antara lain adalah download
musik, belanja, perbankan, blog, chatting dan lainnya. Setengah dari para
karyawan menggunakan email pribadi untuk menjangkau pelanggan dan rekan
kerja, tapi hanya 40 persen yang mengatakan hal tersebut diperbolehkan
oleh TI.

7. Perangkat tidak terlindung: Paling tidak satu dari tiga karyawan
membiarkan komputer menyala dan tidak terkunci ketika sedang tidak berada
di meja. Para karyawan ini juga biasanya meninggalkan laptop dalam keadaan
menyala di kantor, kadang-kadang tanpa log off, menciptakan potensi
insiden pencurian dan akses tidak sah ke data perusahaan dan pribadi.

8. Menyimpan login dan password: Satu dari lima karyawan menyimpan login
dan password sistem di komputer atau menulis serta menaruhnya di meja, di
lemari tak terkunci, atau menempelnya di komputer. Di beberapa negara
seperti China (28 persen), dilaporkan bahwa karyawan menyimpan login dan
password akun finansial pribadi mereka di perangkat kerja, meningkatkan
peluang resiko pencurian identitas dan keuangan mereka. Fakta bahwa banyak
karyawan yang meninggalkan perangkat tanpa dijaga semakin melipat gandakan
resiko ini.

9. Kehilangan perangkat penyimpanan portabel: Hampir satu dari empat (22
persen) karyawan membawa data perusahaan dalam perangkat penyimpanan
portabel di luar kantor. Ini paling banyak terjadi di China (41 persen)
dan membuka peluang resiko ketika perangkat hilang atau dicuri.

10. Membiarkan ‘pengekoran’ dan penjelajahan tanpa pengawasan: Lebih dari
satu dari lima (22 persen) karyawan di Jerman membiarkan non-karyawan
berada di kantor tanpa pengawasan. Tingkat rata-rata studi adalah 13
persen. Dan 18 persen membiarkan individu tidak dikenal untuk mengekor
karyawan ketika memasuki lingkungan perusahaan.

Posted by at 03:52:03 | Permalink | Comments (2)

Tidur Yang Baik

Manusia normal yang berada di atas bumi pasti melakukan aktifitas ini, meskipun cuma 1 jam tiap hari. Jaman dahulu kala orang tidur memakai bantal kayu atau batu atau bahkan tidak memakai bantal. Sekarang aja enak, orang tidur pakai yang empuk-empuk.

Kebiasaan tidur dengan bantal kayu atau batu, menyebabkan orang-orang dahulu bisa bangun dengan segar bugar, karena tubuh mereka bisa beristirahat total saat tidur. berbeda dengan mereka yang tidur di atas kasur empuk, tubuh mereka tidak bisa istirahat dengan total, karena saling menekan dengan alas tidurnya.

Posisi tidur yang benar adalah tubuh miring ke kanan dengan kaki bagian atas di tekuk, dan tangan kiri sebagai bantal. Tidur dengan posisi ini akan mengalirkan darah ke otak dengan sempurna, karena posisi kepala lebih rendah dari jantung.

Posisi tidur yang membuat bodoh adalah : terlentang, tengkurap, dan kaki mengangkang. Posisi ini diibaratkan sebagai cara tidurnya binatang, karena aliran darah tidak lancar, perut dan dada tertekan, juga aliran darah ke otak juga terhambat.

Saat tidur yang baik adalah jam 20.00 WIB - 01.00 Pagi. Selanjutnya 01.00-04.00 digunakan untuk belajar, pukul 04.00 - 06.00 untuk olahraga, dan seterusnya.. .

Saat tidur yang tidak baik adalah pukul 06.30 WIB setelah matahari terbit, pada tengah hari pukul 11.30 - 12.00 WIB dan pukul 17.30 WIB saat matahari tenggelam. Tidur pada saat tersebut akan mengakibatkan seseorang linglung dan separuh kesadarannya hilang, diakibatkan oleh keseimbangan alam yang pada waktu-waktu tersebut harus berada pada kondisi sadar.

Tidur yang baik berada dalam keadaan atau ruang yang gelap, terhindar dari cahaya yang menyengat dan silau. Rangsang cahaya yang terlalu banyak, menyebabkan otak tidak optimal dalam melakukan defragmentasi data-data yang terekam sebelum tidur, hal ini akan berdampak kepada daya ingat pada jangka waktu yang lama.

Sumber : SINDO

Posted by at 03:50:23 | Permalink | No Comments »

Ekstremis Pro-Pornografi ?

Selama ini dikesankan bahwa pro RUU APP adalah pihak yg radikal, tidak toleran, ekstremis, dsb… Well, laporan Ade Armando di milis Jurnalisme menunjukkan sebaliknya tuh…

Awal pekan ini sejumlah anggota DPR berjalan ketiga daerah yang
selama ini dianggap sebagai basis penolakan RUU Pornografi untuk
melakukan acara Rapat Dengar Pendapat Umum dengan para wakil
masyarakat di tiga provinsi: Bali, Sulawesi Utara dan Jogja.
Acara ini diadakan terutama untuk menjawab permintaan agar RUU ini
disosialisasikan dan didiskusikan kembali.
Saya hadir di RDPU soal RUU Pornografi di Bali.

Keadaannya sungguh buruk:

1. Suasana sungguh tak terkendali, bahkan oleh Gubernur. Walau ada
sejumlah tokoh masyarakat Bali berbicara dengan tenang, puluhan
undangan datang bukan untuk berdiskusi tapi untuk marah dan memaki-
maki. Tujuh anggota DPR yang mendukung RUU Pornografi dan berusaha
menjelaskan argumen mengapa RUU ini penting diteriaki, dimaki-maki,
disuruh turun dan pulang ke Jakarta. Tak ada dialog. Mengingatkan
saya pada gaya FPI. Bahkan memang salah satu pembicara menyatakan
dirinya mewakili kaum preman.

2. Gubernur Bali menyatakan: “Kami bukan saja menolak RUU Pornografi
tapi juga menolak membahasnya! “

3. Pasal-pasal RUU yang dipersoalkan sama sekali tak dibicarakan.
Sebagian peserta masih berbicara bahwa kalau disahkan, RUU ini akan
mengkriminalkan para turis berbikini di pantai-pantai Bali,
mengkriminalkan arca-arca dan patung-patung Bali dan akan
mengkriminalkan adat istiadat Bali. Nyata sekali para pembicara ini
termakan propaganda dan disinformasi yang menyesatkan tentang isi RUU.

4. Kelompok Islam tidak diundang dalam acara ini. Wakil MUI Bali
akhirnya bisa hadir setelah bergerilya mencari cara untuk bisa masuk
ke ruangan. Sepanjang acara, mereka, tentu saja, tidak punya
kesempatan untuk berkomentar (walau kemudian, saya katakan pada
mereka: tak perlulah MUI bicara dalam suasana panas begini.

5. Wakil PDS di DPR jelas-jelas berusaha memanfaatkan acara ini.
Tanpa bicara isi RUU, ia memanfaatkan waktu untuk bicara dengan satu
pernyataan singkat: “Sejak awal PDS menolak RUU Pornografi ini.”
Tepuk tangan pun bergemuruh.

6. Kampanye negatif dengan sangat kasar sangat terasa. Ketua MUI Bali
menunjukkan pada saya berita Media Indonesia yang memuat informasi
bohong dengan seolah-olah mengutip pernyataan Ketua MUI Bali bahwa
dia mendukung penolakan atas RUU Pornografi. Saya sarankan pada dia,
kirimkan surat ke Media Indonesia dan Dewan Pers dan koran-koran
besar lain bahwa Ketua MUI Bali tidak pernah menyatakan hal itu. Saya
katakan, kalau Bapak tidak membantah, orang akan menyangka bahwa MUI
Bali memang mendukung penolakan.

7. Bagaimanapun kondisi Bali lebih baik daripada Rapat Dengar
Pendapat Sulawesi Utara. Di Sulut, seorang pendukung RUU Pornografi
dipukul tatkala menyatakan dukungannya atas RUU Pornografi.

8. Sepanjang acara, ancaman bahwa Bali akan memisahkan diri dari NKRI
kalau RUU ini disahkan berulang-ulang disampaikan.

Di Bali, saya belajar, perjalanan kita menuju masyarakat demokratis
yang beradab memang masih jauh dari kenyataan. FPI cuma salah satu
contoh. Contoh-contoh lainnya tersebar di mana-mana. Tapi, memang,
kata siapa hidup ini mudah?

ade armando

Posted by at 03:15:37 | Permalink | No Comments »